Kecam Pengobatan Penyakit ke Binatang

Posted: April 15, 2011 in Umum
Tags: , ,

** Disinyalir Rawan Penipuan dan Syirik

SEMARANG- Pengobatan alternatif dengan cara memindahkan penyakit ke binatang kambing belakangan oleh sebagian kalangan ramai dipersoalkan keabsahannya. Sejumlah data yang dikumpulkan dari media massa online (internet), paling banyak mengecam pengobatan nyeleneh ini adalah kalangan agamis yang berpegang teguh pada ajaran Islam. Bahkan, pengobatan tak lazim ini dinyatakan haram karena tidak bisa dibenarkan dan hanya menyakiti binatang.
Pernyataan tersebut diperkuat tidak adanya ayat dan hadits yang mengajarkan pengobatan dengan cara memindahkan penyakit ke binatang. Paling dikhawatirkan kalangan ini, adalah cara penyembuhan ini melibatkan ilmu sihir, bahkan sumber dikumpulkan menyebutkan, jika dalam praktiknya ada yang menggunakan serum yang disuntikkan kedalam tubuh kambing agar jerohan kambing yang masih hidup itu lebam kebiru-biruan dan hancur.
Alih-alihnya, keadaan jerohan kambing yang sudah tidak sehat itu diklaim bahwa penyakit si pasien telah dipindah kedalam kambing tersebut. “Duh, kasihan kan kambingnya. Saya sangat prihatin jika pengobatan seperti ini diterapkan. Saya tidak menampik jika pengobatan semacam ini rawan sekali penipuan,” ujar Riadi warga Banyumanik kepada wartawan, kemarin.
Penipuan yang dimaksud Riadi, diantaranya, dikhawatirkan ada yang dengan modus pasien diminta membayar mahar sebesar harga kambing dan keperluan ritual lainnya yang amat tinggi, namun sejatinya kambing yang katanya untuk memindah penyakit itu oleh pelaku pengobatan hanya disewa dari pemilik kambing.

Penyembuhan penyakit ke binatang belakangan menjadi sorotan, menyusul hasil Sidang Dewan Hisbah di Pesantren Persis Lembang, Jawa Barat, belum lama ini, yang peserta memperoleh pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah, K.H. Akhyar Syuhada dan sejumlah pakar yang membahas persoalan tersebut yakni Dr. H.M. Abdurrahman, M.A (Sekretaris Dewan Hisbah), Drs. K.H. Shiddiq Amien, M.B.A., Drs. K.H. Uus M. Ruhiat, K.H. Usman Shalehuddin, dll.
Sidang Dewan Hisbah VII Persis mengeluarkan fatwa yang diantaranya, menyatakan cara penyembuhan dengan memindahkan penyakit kepada binatang atau makhluk lain adalah mustahil dan yang mempercayainya adalah syirik.
Larangan tersebut juga berdasarkan hadits-hadits Nabi. Salah satunya, menyebutkan, “Janganlah kalian menjadikan makhluk yang bernyawa sebagai sasaran.” (HR Muslim no 1957). Imam Nawawi menegaskan, “Larangan dalam hadits ini sampai tingkatan haram. Untuk itulah Nabi SAW dalam riwayat Ibnu Umar bersabda, “Allah melaknat orang yang melakukan ini, karena ini adalah penyiksaan terhadap binatang.” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim 13/108).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s