Delapan Fatwa Aktual Persis

Posted: April 15, 2011 in Umum

TERHADAP berbagai persoalan umat yang aktual, PP Persis meresponsnya dengan menggelar Sidang Dewan Hisbah di Pesantren Persis Lembang, baru-baru ini. Sebelum sidang, peserta memperoleh pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah, K.H. Akhyar Syuhada.

Sejumlah pakar yang membahas persoalan tersebut yakni Dr. H.M. Abdurrahman, M.A (Sekretaris Dewan Hisbah), Drs. K.H. Shiddiq Amien, M.B.A., Drs. K.H. Uus M. Ruhiat, K.H. Usman Shalehuddin, Drs. M. Romli, Drs. Taufiq Rahman Azhar, K.H. Rahmat Najib, Drs. H. Wawan Shofwan Shalehuddin, dan Drs. K.H. Entang Muchtar, Z.A.

Setelah melalui pembahasan yang berlangsung hangat, Sidang Dewan Hisbah VII Persis mengeluarkan fatwa sebagai berikut:

Membakar mayat hukumnya haram, kecuali bila tidak ada cara atau upaya lain.

  1. Aborsi korban perkosaan hukumnya haram walaupun usia kehamilan itu belum 40 hari. Artinya, aborsi atau pengakhiran kehamilan bukan atas dasar indikasi medis hukumnya haram sejak terjadinya konsepsi (pembuahan). Aborsi yang dibolehkan adalah aborsi dasar indikasi medis.
  2. Berdiri menghormati pemimpin dibolehkan, selama berdirinya itu atas dasar ikrimah (penghormatan) dan bukan kultus individu atau mengakibatkan kesombongan.
  3. Berkaitan dengan persoalan salat gaib bagi korban bencana, Dewan Hisbah membagi salat jenazah pada tiga, yaitu salat jenazah dilakukan sebelum jenazahnya dikuburkan, salat jenazah sesudah jenasahnya dikuburkan (salat di atas kuburannya), dan salat jenazah bagi yang meninggal di wilayah yang diyakini tidak ada yang menyalatinya termasuk korban bencana alam (salat gaib).
  4. Memindahkan penyakit kepada binatang atau makhluk lain adalah mustahil dan memercayainya adalah syirik.
  5. Plasenta untuk bahan kosmetika, Dewan Hisbah memutuskan bahwa (1) Kosmetika dan obat-obatan yang terbuat dari plasenta manusia hukumnya haram; (2) Kosmetika dan obat-obatan yang terbuat dari plasenta binatang yang haram hukumnya haram; dan (3) Kosmetika dan obat-obatan yang terbuat dari plasenta binatang yang halal hukumnya halal.
  6. Ruqyah dan penyembuhan kerasukan jin, Dewan Hisbah memutuskan bahwa:Ruqyah dalam arti doa dan melindungkan diri dengan kalimat yang manshush (diucapkan oleh Nabi Muhammad saw.) atau susunan sendiri disyariatkan (dicontohkan oleh Rasulullah saw.).Ruqyah dalam arti jimat dan jampi-jampi sekalipun menggunakan ayat Alquran adalah syirik (berdosa besar); Tidak ada kesurupan jin; Keyakinan dan pengobatan kesurupan jin adalah dusta dan syirik.
  7. Salat Idulfitri atau Iduladha di atas tanah lapang adalah lebih utama (afdhaliyah).
  8. Salat dengan dua bahasa atau bacaan salat ditambah dengan terjemahannya adalah tidak sah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s